Bagas PNF
  • Home
  • Menu
    • PENGEMBANGAN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PNF
    • Strategi Instruksional, Pemilihan Media Pembelajaran dan Media Pembelajaran Individual
    • Masyarakat Sebagai Pusat Belajar dan Pengembangan Media Pembelajaran
    • PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DIAM, VIDEO, FILM, TELEVISI DAN CD
  • PNF UNTIRTA
  • ABOUT ME

Media Gambar Diam

     Media yang tergolong sebagai gambar diam adalah foto, bahan-bahan grafis baik yang dicetak ataupun dilukis. Gambar diam dapat berisi informasi atau pengetahuan  tentang objek, peristiwa, atau prosedur. Informasi yang dikemas dalam gambar diam dapat berbentuk diagram, chart, atau grafik. Gambar diam berupa diagram pada umumnya digunakan untuk menjelaskan  konsep-konsep yang menggambarkan komponen-komponen dalam sistem. Chart biasanya digunakan untuk menjelaskan proses atau prosedur dalam bentuk aliran, misalnya flowchart. Sedangkan grafik lazim digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep yang mengupas perbandingan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Gambar diam berbentuk foto dapat digunakan untuk menjelaskan objek dan peristiwa secara realistik

     Menurut Association for Education and Communication Technology (AECT) sebagaimana disebutkan oleh Asnawir, mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Apabila media itu membawa pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran, maka media itu disebut media pembelajaran.

Media Pembelajaran Menggunakan Video

    Dengan berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan media pendidikan, khususnya media video sudah merupakan tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang kompleks. terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal diperlukan adanya pemanfaatan media, salah satunya media video.

     Video merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara yang membentuk suatu kesatuan yang dirangkai menjadi alur, dengan pesan-pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran yang disimpan dengan proses penyimpanan pada media pita atau disk (Arsyad, 2004:36 dalam Rusman dkk 2011:218).Video merupakan media audio visual yang menampilkan gerak (Sadiman, 2008:74).

     Menurut Heinich, Molenda, Russel 1993:188 dalam Rusman dkk 2011:218) video dapat diartikan sebagai berikut:

     The primary meaning of video is the display of pictures on a television type screen (the latin word video literally means “I see” Any media format that employs a chatode-ray screen to present the picture portion of the massege can be reffered to as video.

     Apabila diterjemahkan dapat diartikan sebagai tampilan dari berbagai gambar dalam sebuah televisi atau sejenis layar. Dalam bahasa latin video diartikan sebagai “Saya lihat (I see)”. Setiap format media yang menggunakan sinar katoda untuk menampilkan bagian gambar dari sebuah pesan dapat dikategorikan sebagai video.

     Jadi disimpulkan video adalah gambar gerak yang terdapat seragkaian alur dan menampilkan pesan dari bagian sebuah gambar untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

     Video pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencemarti materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik video pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor.

Media Film

     Film yang dimaksudkan di sini adalah film sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan, atau penyuluhan. Banyak hal-hal yang dapat dijelaskan melalui film, antara lain tentang proses yang terjadi dalam tubuh kita atau yang terjadi dalam suatu industri, kejadian-kejadian dalam alam, tata cara kehidupan di negara asing, berbagai industri dan pertambangan, mengajarkan suatu ketrampilan, sejarah kehidupan orang-orang besar dan sebagainya.
Pemanfaatan Media Film Sebagai Media Pembelajaran

     Menggunakan film dalam pendidikan dan pengajaran di kelas sangat berguna atau bermanfaat terutama untuk:
1.      Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.
2.      Menambah daya ingat pada pelajaran.
3.      Mengembangkan daya fantasi anak didik.
4.      Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

Media TV

Penerapan televisi sebagai media pembelajaran dapat sangat membantu penyampaian materi pembelajaran. Peserta didik atau siswa bisa mendapatkan alternatif media pembelajaran baru yang tidak biasa sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak monoton. Banyak juga peserta didik yang mampu mengambil informasi atau pengetahuan ekstra dari penggunaan televisi sebagai media pembelajaran.
Azhar (2013: 53) dalam buku Media Pembelajaran ada banyak sekali keuntungan menggunakan televisi sebagai media pembelajaran. Beberapa keuntungan dari penggunaan televisi sebagai media pembelajaran antara lain adalah:

  1. Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar-gambar diam, film, objek, spesimen, dan drama.
  2. Televisi bisa menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
  3. Televisi dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa melalui penyiaran langsung atau rekaman.
  4. Televisi dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengarkan diri-sendiri.
  5. Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
  6. Televisi dapat menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh pada dunia nyata.
  7. Televisi dapat menghemat waktu guru dan siswa, disamping itu televisi merupakan cara yang ekonomis untuk menjangkau sejumlah besar siswa pada lokasi yang berbeda-beda untuk penyajian yang bersamaan.

Media CD

     Saat ini di Indonesia banyak sekali dijual CD Interaktif. CD tersebut ada yang buatan asing dan ada pula yang buatan lokal (dalam negeri). Ada CD Interaktif untuk anak-anak balita, yang tujuannya merangsang aspek kognitif anak. Ada juga untuk pelajar SD, yang isinya antara lain mengenal huruf, belajar membaca dan berhitung, dan yang berisi aneka gambar. Sedangkan untuk sekolah menengah ada CD Interaktif berbagai mata pelajaran, seperti mengenal organ tubuh manusia.

     Tampilan halaman CD Interaktif merupakan sebuah proses komunikasi yang disampaikan secara visual. Kerja seorang perancang atau desainer komunikasi visual berkaitan dengan proses komunikasi sebuah materi untuk dikonsumsi oleh sekelompok target komunikan, yaitu user CD Interaktif adalah bagaimana materi tersebut dapat diterima oleh komunikan dengan efektif sesuai target yang diharapkan. Artinya reaksi yang diberikan oleh dari user CD Interaktif harus sesuai tujuan dibuatnya sistem informasi tersebut.

     Sebagai sebuah produk, CD Interaktif merupakan hasil pemecahan suatu masalah berdasarkan pendekatan komunikasi visual. Rancangan sebuah CD Interaktf adalah sebuah desain komunikasi visual yang ditayangkan melalui monitor yang dapat dihadirkan pada saat tertentu. Layar monitor berfungsi sebagai media komunikasi visual yang tampilannya tidak berbeda dengan desain sebuah majalah atau sebuah surat kabar (Istanto, 2001:55), sehingga kaidah-kaidah perancangan CD Interaktif adalah kaidah-kaidah yang berkaitan dengan desain komunikasi visual.
       

                   


Partisipasi Masyarakat Sebagai Pusat Belajar
Partisipasi mempunyai banyak arti. Secara sederhana, partisipasi berarti masyarakat menggunakan pelayanan secara mudah. Partisipasi dapat pula berarti bahwa pembuat keputusan menyarankan kelompok atau masyarakat terlibat dalam bentuk penyampaian saran dan pendapat, barang, ketrampilan, bahan, dan jasa.
Masyarakat  merupakan  manusia  yang senantiasa     berhubungan     (berinteraksi) dengan     manusia     lain     dalam     suatu kelompok  (Setiadi,  2013:  5).  Kehidupan masyarakat  yang  selalu  berubah  (dinamis) merupakan    sesuatu    yang    tidak    dapat dihindari.  Manusia  sebagai  mahluk  sosial selalu    membutuhkan    manusia    lainnya untuk   memenuhi   kebutuhannya,   sebuah keniscayaan   manusia   bisa   hidup   secara individual dalam lingkungannya.
Masyarakat dapat diartikan secara sederhana sebagai sebuah kelompok yang hidup dalam daerah yang khusus. Setiap kelompok memiliki beberapa ciri sebagai berikut; 1) sebuah jaringan untuk saling bernagi perhatian dan keinginan, walaupun mereka mempunyai perbedaan status sosial, peranan dan tanggung jawab, 2) simbol bersama atau tempat bersama seperti tempat pertemuan, desa, bagian kota, atau wilayah yang dilayani sekolah, 3) perluasan dari keluarga inti yang memungkinkan setiap orang berkaitan keluarga dan menggunakan peran-peran seperti dalam keluarga, misalnya kebersamaan, kekuasaan, kewenangan, dsb., 4) anggota masyarakat ditentukan terutama melalui kelahiran dan perkawinan serta rasa kepemilikan bersama, 5) sesuatu yang membedakan dirinya dari masyarakat lain.
Adapun  Soerjono  Soekanto  (1986:  27) mengemukakan  bahwa  ciri-ciri  kehidupan masyarakat adalah:

  1.         Manusia yang hidup bersama-sama sekurang-kurangnya    terdiri    dari dua orang individu  
  2.        Bercampur   atau   bergaul    dalam waktu yang cukup lama
  3.        Menyadari     kehidupan      mereka merupakan satu kesatuan
  4.        Merupakan  sistem  bersama  yang menimbulkan  kebudayaan  sebagai akibat  dari  perasaan  saling  terkait antara satu dengan lainnya.
2          
Pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan dalam setiap masyarakat yang berbudaya. Disadari atau tidak, proses pendidikan sesungguhnya sudah diawali sejak seseorang mengawali kehidupannya di dunia. Masukan pertama yang menjadi bahan pendidikan datang dari orang-orang dan juga unsur lingkungan terdekat lainnya. Melalui pendidikan, maka nilai-nilai yang ada dalam suatu masyarakat dapat terpelihara dan berkembang dari generasi ke generasi, dan dengan sendirinya juga menjadi motor dari berkembangnya masyarakat tersebut. Pada gilirannya, semakin berkembang dan berbudayanya suatu masyarakat akan semakin menaikkan tingkat kebutuhan masyarakat akan pendidikan.
Demikian pentingnya pendidikan bagi masyarakat, sehingga kemudian muncul institusi-institusi khusus yang dipersiapkan untuk menjadi tempat pendidikan sehingga proses pendidikan dapat berlangsung dengan lebih efektif. Pendidikan sendiri sebagai suatu ilmu berkembang menjadi semakin kompleks. Berbagai metode dan sarana fisik dikembangkan seiring dengan semakin canggihnya teknologi. Semua pengembangan ini secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan biaya tertentu. Demikian juga arah perkembangan teknologi yang dilakukan, secara jelas maupun tersamar, akan membawa serta unsur ekonomisasi yang dengan itu diharapkan tercapai suatu hasil maksimal dengan pengeluaran yang minim.



Metode-Metode dalam Studi Masyarakat Sebagai Pusat Belajar

      1.      Karyawisata
Karyawisata adalah suatu kunjungan ke suatu tempat di luar kelas yang dilaksanakan sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis dan terutama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Karyawisata adalah kegiatan pendidikan yang realistis dan berguna untuk memperoleh pengalaman langsung.
Field-trip dapat berupa perjalanan keliling sekolah atau ke tempat yang lebih jauh Kegiatan seperti pertandingan, atletik musik, piknik, tidak bisa disebut field-trip. Kegiatan yang termasuk karyawisata. Kelas dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti:
a.       Mempelajari proses sosial, berpartisipasi dalam masyarakat, ikut serta dalam kehidupan, turut memelihara kesehatan, menikmati keindahan, dan sebagainya.
b.      Mempelajari masalah sosial, keluarga, hubungan antara kelompok, kesejahteraan orang tua, dan sebagainya.
c.       Berguna bagi lapangan akademi, kesenian, ilmu bumi sejarah, dan sebagainya.
Kegiatan karyawisata ada umumnya didorong oleh motivasi; mencari keterangan tentang hal tertentu, melatih sikap anak, membangkitkan minat, mengembangkan apresiasi, menikmati pengalaman-pengalaman baru.
Waktu lamanya berkaryawisata. Tergantung ada tujuan dan jarak tempat yang menjadi obyek karyawisata tersebut mungkin beberapa menit, misal melihat erosi di sekitar kelas setelah hujan. Mungkin satu hari, dapat juga lebih lama, yang biasanya disebut field studies/study tour atau educational field, dalam karyawisata semua anggota bekerja dan hidup bersama. Manfaat Karyawisata antara lain:
a.       Mendorong belajar dengan mengamati sendiri benda dan memperoleh pengalaman langsung.
b.      Mengadakan pemahaman (insight) terhadap lingkungan yang terdekat.
c.       Mengadakan integrasi pengajaran di kelas, mata pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat.
d.      Membangkitkan minat siswa untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu yang baru.
e.       Menciptakan kepribadian yang komplit pada guru dan siswa.
f.       Mengejakan seni hidup bersama dengan yang lain, duduk, makan, tidur bersama-bersama.
Guru hendaknya merangsang dan mendorong anak-anak melakukan kegiatan-kegiatan belajar dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan belajarnya, antara lain: bertanya, mencatat, mensketch, menggambar, membuat peta, dan sebagainya. Dan selain itu memelihara keteraturan kelompok serta meyakinkan anak-anak bahwa mereka dapat melihat dan mendengarkan apa-apa yang terjadi. Selanjutnya memperlihatkan waktu, tepat waktunya pergi dan pulang.
Mengakhiri karyawisata. Selesai melakukan kunjungan, sebelum berangkat  pulang, guru perlu memeriksa kembali anak-anak; keadaannya, perlengkapan dan terutama memperhatikan anak yang masih kecil. Setelah tiba kembali, anak-anak perlu berkumpul sebagai pemeriksaan terakhir dan mungkin juga guru atau panitia akan memberikan petunjuk-petunjuk atau pengumuman-pengumuman yang perlu.
Interpretasi pengalaman. Kegiatan selanjutnya tiap kelompok melakuka kegiatan berupa laporan kelompok. Dalam waktu mana kelas merumuskan hasil-hasil karyawisata bersama-sama dan biasanya juga timbul masalah-masalah yang perlu dibahas, pada pokoknya semua pengalaman ditafsirkan yang maksudnya agar pengalaman tadi dapat menjadi milik mereka.
Dalam kegiatan ini siswa menilai hasil kunjungan mereka dan guru menilai kemajuan belajar anak berkat karyawisata tersebut. Masalah yang baru muncul dengan sendirinya perlu dirumuskan untuk mencari jawaban selanjutnya dan karena itu pula kemungkinan besar masalah-masalah tadi menjadi dasar untuk merencanakan dan melakukan trip baru dan melakukan kegiatan belajar lainnya misalnya membaca buku.  Semua hasil kunjungan ini disusun dalam laporan kelas.[3]
2.      Survei Masyarakat
Survei masyarakat yakni siswa mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari proses sosil, budaya, ekonomi, kependudukan, dan lain-lain. Kegiatan belajar dilakukan siswa melalui observasi, wawancara dengan beberapa pihak yang dipandang perlu, mempelajari data atau dokumen yang ada, dan lain-lain. Hasilnya dicatat dan dilaporkan di sekolahan untuk dibahas bersama dan disimpulkan oleh guru dan siswa untuk melengkapi bahan pengajaran. Pengajaran yang dapat dilakukan untuk kegiatan survei terutama bidang studi ilmu sosial dan kemasyarakatan, seperti ekonomi, sejarah, kependudukan, hukum, sosiologi, antropologi dan kesenian.
Amanat Undang-Undang Dasar 1945 telah jelas menyatakan mengenai apa yang merupakan visi dari negara-bangsa Indonesia. Kejelasan visi ini perlu karena ketiadaan visi menyebabkan kesimpangsiuran dalam upaya kita untuk mewujudkan suatu masyarakat Indonesia masa depan. Semua upaya dan semua sektor pembangunan diarahkan kepada visi yang jelas itu. Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa kita menginginkan masyarakat yang sejahtera secara keseluruhan, bukan sekelompok masyarakat saja.
3.      Pengabdian Masyarakat
Seiring dengan terjadinya perubahan drastis di dalam tata kehidupan bangsa Indonesia, maka masyarakat ideal yang dicita-citakan adalah masyarakat sipil, masyarakat demokratis, masyarakat yang berkualitas, dan masyarakat yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Perubahan tata kehidupan ini menuntut perubahan-perubahan besar di dalan tata kehidupan manusia termasuk pendidikan.
Penyelenggaraan pendidikan baik pemerintah maupun swasta harus berani mengambil sikap dan wawasan bahwa mau tidak mau setiap sekolah harus melibatkan masyarakat setempat, terutama orang tua peserta didik, dalam pengembangan pendidikanya. Sumber-sumber yang ada dalam masyarakat diberdayakan seoptimal mungkin, baik itu sumber daya manusi maupun sumber dana untuk pendidikan. Sekolah menjadi tanggung jawab masyarakat, sekolah yang bekerja sendiri tanpa melibatkan masyarakat akan sulit untuk maju. Di samping itu, lama-kelamaan sekolah akan ditinggalkan oleh masyarakat karena dianggap tidak mau menyerap aspirasi dari masyarakat setempat.
Hal yang perlu direfleksikan oleh para pengelola lembaga pendidikan khususnya para eksekutif (kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan tenaga pelaksana) adalah sekitar fokus pelayanan masyarakat. Kalau pada masa Orde Baru mereka berorientasi kepada birokrasi sebagai alat birokrasi, pada era otonomi daerah ini pelayanan mereka harus berfokus kepada stakcholders (masyarakat, orang tua peserta didik dan peserta didik).
Proyek pelayanan pada masyarakat mengandung manfaat yang baik bagi para siswa maupun bagi masyarakat setempat. Bagi siswa merupakan penerapan atau mencoba melakukan kegiatan sehubungan dengan kecakapan belajarnya dalam bidang tertentu sedagkan bagi masyarakat dirasakan manfaatnya sebab secara langsung turut memperbaiki keadaan yang menjadi garapan masyarakat itu sendidri. Misalnya para siswa memberikan pelayanan posyandu, perbaikan jembatan, jalan-jalan, kebersihan lingkungan, penyuluhan KB dan lain-lain.[7]
4.      Praktek Lapangan
Praktek lapangan dilakukan oleh para siswa untuk memperoleh ketrampilan dan kecakapan khusus. Misalnya siswa SPG diterjunkan ke sekolah dasar untuk melatih kemampuan sebagai guru disekolah. Siswa SMEA dikirimkan ke perusahaan untuk mempelajari dan mempraktekkan pembukuan, akuntansi, dan lain-lain.  Siswa STM diterjunkan ke pabrik-pabrik untuk melatih kemahirannya dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan keahlian yang dipelajarinya. Dengan demikian praktek lapangan berkenaan dengan ketrampilan tertentu sehingga lebih tepat untuk sekolah-sekolah kejuruan.

5.      Nara Sumber
Mengundang manusia sumber atau nara sumber berbeda dengan cara yang dijelaskan sebelumnya, penggunaan nara sumber merupakan kebalikannya. Jika pada cara sebelumnya kelas dibawa ke masyarakat, pada nara sumber mengundang tokoh masyarakat ke sekolah untuk menjelskan mengenai keahliannya di hadapan para siswa. Misalnya mengundang dokter atau menteri kesehatan untuk menjelaskan berbagai penyakit, petugas Keluarga Berencana untuk menjelaskan keluarga kecil dan lain-lain. Nara sumber yang diundang harus relevan dengan kebutuhan belajar sehingga apa yang diberikan oleh nara sumber dapat memperkaya materi yang diberikan guru di sekolah. Kriteria nara sumber dilihat dari keahliannya dalam suatu bidang tertentu yang diperlukan bukan jabatannya atau kedudukannya.Sebelum mengundang nara sumber hendaknya dipersiapkan topik apa yang diminta untuk dibahas, siapa yang paling tepat untuk membahasnya (nara sumber), kapan waktunya, bagaimana menghubunginya, serta apa yang harus dilakuakan siswa pada waktunya (kegiatan belajar).

Langkah-Langkah Pemakaian Studi Masyarakat Sebagai Pusat Belajar
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam menggunakan  studi masyarakat sebagai media pendidikan, yaitu:
1.      Langkah Persiapan
a.       Dalam hubungannya dengan pembahasan bidang studi tertentu, guru dan siswa menentukan tujuan belajar yang diharapkan diperoleh para siswa berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar.
b.      Tentukan objek yang harus dipelajari dan dikunjungi.
c.       Menentukan cara belajar siswa pada saat kunjungan dilakukan.
d.      Guru dan siswa mempersiapkan perizinan jika diperlukan.
e.        Persiapan teknis yang diperlukan untuk kegiatan belajar, seperti tata tertib di perjalanan dan ditempat tujuan, perlengkapan belajar yang harus dibawa, menyusun pertanyaan yang akan diajukan dan sebagainya.
2.      Langkah Pelaksanaan
Pada langkah ini adalah melakukan kegiatan belajar di tempat tujuan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan. Biasanya kegiatan belajar diawali dengan penjelasan petugas mengenai objek yang dikunjungi sesuai permintaan yang telah disampaikan sebelumnya. Setelah informasi diberikan oleh petugas, para siswa dengan bimbingan petugas melihat dan mengamati objek yang dipelajari. Berikutnya para siswa dalam kelompoknya mendiskusikan hasil-hasil belajarnya, untuk lebih melengkapi dan memahami materi yang dipelajarinya.
Akhir kunjungan dengan ucapan terima kasih kepada petugas dan pemimpin objek tersebut. Apabila objek kunjungan sifatnya bebas dan tak perlu ada petugas yang mendampinginya, seperti kemah, mempelajari lingkungan sosial, dan lain-lain, para siswa langsung mempelajari objek studi mencatat dan mengamatinya atau mengadakan wawancara dengan siapa saja yang menguasai persoalan.
3.      Langkah Tindak Lanjut
Kegiatan tindak lanjut- adalah kegiatan belajar di kelas untuk membahas dan mendiskusikan hasil belajar dari lingkungan. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil-hasilnya untuk dibahas bersama.
Guru dapat diminta kesan-kesan yang diperoleh siswa dari kegiatan belajar tersebut, di samping menyimpulkan materi yang diperoleh dan dihubungkan dengan bahan pengajaran bidang studinya. Tugas lanjutan dari kegiatan belajar tersebut dapat diberikan sebagai pekerjaan rumah.
Memperhatikan uraian di atas dapat disimpulkan, penggunaan lingkungan sebagai lingkungan sebagai media dan sumber belajar banyak manfaatnya baik dari segi motivasi belajar, aktivitas belajar siswa, kekayaan informasi dan lain-lain. Proses pengajaran yang mengoptimalkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar dikenal dengan pendekatan ekologis.

Pengembangan Media Pembelajaran

Ciri-ciri umum media 

Perangkat Keras (Hardware) :
  • Visual dan audio
  • Komunikasi dan Interaksi


Perangkat Lunak (Software) :
  • Proses Belajar
  • Sikap, perbuatan, strategi dan menejemen

Klasifikasi Media Pembelajaran 

  • Media Berbasis Manusia
  • Media Berbasis Cetakan
  • Media berbasis Audio Visual
  • Media berbasis Komputer

Peranan media dalam pembelajaran, menurut Yusuf Hadi Miarso (2004: 458) :

Meberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita , sehingga dapat berfugsi secara optimal 

kerbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para mahasiswa atau peserta didik


Menurut Arif Sadiman ,dkk. Langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi  langkah:

1. Mengnalisiskebutuhan dan karakteristik siswa
2. Merumuskan tujuan instruksional (intructional objective) dengan operasional dan khas
3. Merumuskan butir butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
4. Mengembangkan alat pengukuran kebebasan
5. Menulis naskah media
6. Mengadakan penilaian (evaluasi) dan revisi






Pengertian Strategi Instruksional

STRATEGI SECARA UMUM

Garis garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.

STRATEGI INSTRUKSIONAL

Suparman (2012:245)
Perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran  dan peserta didik, perlatan dan bahan, serta waktu.


Komponen Strategi Instruksional

Suparman (2004:208) menyebutkan bahwa komponon strategi instrsuksional terbagi menjadi 4 komponen utama, yaitu :
  1. KEGIATAN INSTRUKSIONAL (Pendahuluan, Penyajian dan Penutup).
  2. METODE INSTRUKSIONAL ( Sebagai cara dalam menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan).
  3. MEDIA INSTRUKSIONAL (Jumlah menit yang dibutuhkan oleh pengajar untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan kegiatan instruksional. Dan sangat penting dalam mengelola kegiatan instruksional).
  4. WAKTU

FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Menurut KBBI Faktor ialah ‘HAL’ (Keadaan, Peristiwa) yang ikut menyebabkan (Mempengaruhi) terjadinya. 
Jadi, dapat diartikan bahwa faktor pemilihan media pembelajaran ialah keadaan yang menyebabkan tenaga pendidik melakukan pemilihan media pembelajaran.

Faktor-Faktor yang dipertimbangkan dalam pemiilihan media pembelajaran menurut Sadiman, 2002 :
  1. Memilih media harus berdasarkan tujuan yang ingin dicapai 
  2. Memilih media harus sesuai karakteristik peserta didik
  3. Memilih media harus sesuai dengan jenis rangsangan belajar yang diinginkan 
  4. Memilih media harus disesuaikan dengan keadaan latar atau lingkungan 
  5. Memilih media harus memahami kondisi setempat dan luasnya jangkaun yang ingin dilayani

JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN 

  • MEDIA AUDIO VISUAL GERAK 
  • Ex: Film gerak bersuara, video, televisi.  
  • MEDIA AUDIO VISUAL DIAM
  • Ex:  Slide 
  • MEDIA AUDIO SEMI GERAK 
  • Ex: Tulisan bergerak bersuara
  • MEDIA VISUAL GERAK
  • Ex: Film bisu,animasi 
  • MEDIA VISUAL DIAM PESAN
  • Ex: Gambar/foto, diagram, poster, bagan.
  • MEDIA AUDIO 
  • Ex: Radio,telephon.
  • MEDIA CETAK
  • Ex: Buku, modul

JENIS-JENIS MODEL PEMBELAJARAN

  1.  Distance learning (pembelajaran jarak jauh)
  2. Computer-based training (pelatihan berbasis komputer)
  3.  Resource-based learning (pembelajaran langsung dari sumber) 
  4.  Directed private study (belajar secara privat langsung).

KELEBIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

  • Merupakan proses belajar yang bersifat aktif bukan pasif
  • Gaya-gaya pembelajaran yang berbeda dapat diakomodasi.
  • Hemat untuk peserta dalam jumlah besar.
  • Pembelajaran tidak dibatasi waktu.
  • Siswa dapat belajar secara tuntas.
KELEMAHAN MEDIA PEMBELAJARAN
  • Memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan bahan-bahan.
  • Motivasi peserta mungkin sulit dipertahankan.
  • Peran instruktur perlu berubah.
  • Keberhasilan tujuan pembelajaran kurang tercapai, karena tidak ada tempat untuk siswa bertanya.

METODE PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

Metode pembelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru ataupun instruktur.
Sedangkan metode pembelajaran individual adalah pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan guru untuk mencapai proses pembelajaran pada diri siswa.



METODE YANG DIGUNAKAN DALAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

  1. Metode Tanya Jawab
  2. Metode Tugas
  3. Metode Latihan
  4. Metode Pembiasaaan
  5. Metode Keteladanan

METODE YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

  • Sifat Pengajar
  • Persoalan Penjadwalan
  • Kondisi Ruangan
  • Tujuan Pengajaran
  • Perencanaan Keller

























KONSEP MEDIA

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta meransang siswa untuk belajar.


FUNGSI MEDIA

  •  Membantu kemudahan belajar  bagi siswa dan kemudahan mengajar bagi guru
  • Melalui alat bantu konsep/tema pengajaran yang abstrak dapat diwujudkan dalam bentuk kongkrit
  • Kegiatan belajar  mengajar tidak membosankan dan tidak monoton
  • Segala alat indera dapat menafsirkan dan turut berdialog.

Peran Media Dalam Pembelajaran

      Media sangat berperan dalam komunikasi dan pendidikan. Dalam komunikasi, media dapat berperan sebagai sumber informasi, informasi itu sendiri, dan penerima informasi. 

     Pengajaran dengan menggunakan televisi, dapat dikatakan bahwa media televisi merupakan sumber informasi sedangkan pada penyuluhan, media merupakan informasi, dan radio penerima dapat disebut sebagai alat penerima informasi.


KEDUDUKAN MEDIA

     Kedudukan media dalam komponen pembelajaransangat penting bahkan sejajar dengan dengan metode pembelajaran, karena metode yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya akan menuntut media. (Zahra Mustika, 2015).





SISTEM PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA

Definisi  tentang  perencanaan  pembelajaran

Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif untuk memperkecil kesenjangan yang ada dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

        Menurut Zook, Perencanaan pembelajaran adalah Proses berfikir sistematis untuk mebantu pelajar memahami (belajar).

Manfaat Perencanaan Pembelajaran Menggunakan Media Secara Khusus

  1. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
  2. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
  3. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
  4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga





Postingan Lebih Baru Beranda

Tentang Saya

BAGAS PRAHABUANA
Mahasiswa semester 4 Jursan Pendidikan Non Formal yang lagi UTS. 
Read more >

Popular Posts

  • PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DIAM, VIDEO, FILM, TELEVISI DAN CD
    Media Gambar Diam      Media yang tergolong sebagai gambar diam adalah foto, bahan-bahan grafis baik yang dicetak ataupun dilukis. G...
  • Masyarakat Sebagai Pusat Belajar dan Pengembangan Media Pembelajaran
                                Partisipasi Masyarakat Sebagai Pusat Belajar Partisipasi mempunyai banyak arti. Secara se...

Pengunjung

Statistik Halaman

Arsip

  • ▼  2020 (4)
    • ▼  Maret (4)
      • PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DIAM, VIDEO, FILM, TELEVIS...
      • Masyarakat Sebagai Pusat Belajar dan Pengembangan ...
      • Strategi Instruksional, Pemilihan Media Pembelajar...
      • PENGEMBANGAN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PNF

Follow me

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2016 Bagas PNF. SUPPORTED BY B